SEJARAH PERANG DINGIN
Perang Dingin (bahasa Inggris: Cold War, bahasa Rusia: холо́дная война́, kholodnaya
voyna, 1947–1991)
adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya,
dengan Dunia
Komunis, yang
dipimpin oleh Uni
Soviet beserta
sekutu negara-negara
satelitnya.
Peristiwa ini dimulai setelah keberhasilan Sekutu dalam mengalahkan Jerman Nazi di Perang Dunia II, yang kemudian menyisakan Amerika
Serikat dan Uni Soviet sebagai dua negara adidaya di dunia dengan perbedaan
ideologi, ekonomi, dan militer yang besar. Uni Soviet, bersama dengan
negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur. Proses pemulihan pasca-perang di
Eropa Barat difasilitasi oleh program Rencana Marshall Amerika Serikat, dan untuk
menandinginya, Uni
Soviet kemudian
juga membentuk COMECON bersama sekutu Timurnya. Amerika
Serikat membentuk aliansi militer NATO
pada tahun 1949, sedangkan Uni Soviet juga membentuk Pakta Warsawa pada tahun 1955. Beberapa negara
memilih untuk memihak salah satu dari dua negara adidaya ini, sedangkan yang
lainnya memilih untuk tetap netral dengan mendirikan Gerakan Non-Blok
Perang
Dingin merupakan bentuk baru dari konflik-konflik kepentingan dan perebutan
supremasi serta perbedaan ideologi antara blok barat yang dipimpin oleh Amerika
Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Sehingga Perang Dingin
merupakan pertikaian antara kedua blok tersebut.
A.
LATAR BELAKANG
Latar
Belakang terjadinya perang dingin adalah sebagai berikut.
- Munculnya Amerika Serikat sebagai negara pemenang perang di pihak Sekutu (Inggris, Perancis, dan AS). AS berperan besar dalam membantu negara
-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan
perekonomiannya.
- Munculnya Rusia (Uni Soviet) sebagai negara besar dan berperan membebaskan Eropa bagian Timur dari tangan Jerman dan membangun perekonomian negara-negara di Eropa Timur. Uni Soviet meluaskan pengaruhnya dengan mensponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia sehingga negara-negara tersebut masuk dalam pemerintahan komunis Uni Soviet.
- Munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di luar wilayah Eropa. Dampaknya muncul 2 kelompok negara di dunia yaitu negara-negara maju dengan negara-negara berkembang, yang memberikan pengaruh bagi perkembangan politik dan ekonomi dunia.
Faktor-faktor
utama yang menyebabkan Perang Dingin :
1.
Perbedaan Paham
Amerika
Serikat dan Uni Soviet sebagai pemenang Perang Dunia II memiliki paham/ideologi
yang berbeda Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis sedangkan Uni
Soviet berideologi komunis. Paham Liberal-Kapitalis (AS) yang mengagungkan
kebebasan individu yang memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur
bertentangan dengan paham Sosialis-Komunis (US) yang berkeyakinan bahwa paham
itu dapat lebih mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyatnya karena
negara-negara yang mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungannya
untuk rakyat.
2.
Keinginan untuk Berkuasa
AS
dan US mempunyai keinginan untuk menjadi penguasa di dunia dengan cara-cara
yang baru. AS sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang
berkembang berupa pinjaman modal untuk pembangunan dengan harapan bahwa rakyat
yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya dan dapat
menjauhkan pengaruh sosialis komunis. Masyarakat miskin merupakan lahan subur
bagi paham sosialis komunis.
Uni
Soviet yang mulai kuat ekonominya juga tidak mau kalah membantu perjuangan
nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk
mempengaruhi negara-negara tersebut.
3.
Berdirinya Pakta Pertahanan
Guna
mengatasi berbagai perbedaan yang ada dan kepentingan untuk dapat berkuasa maka
negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan pakta pertahanan yang
dikenal dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi
Pertahanan Atlantik Utara. Sementara untuk mengimbangi kekuatan NATO pada tahun
1955 Uni Soviet mendirikan pakta pertahanan yaitu PAKTA WARSAWA. Anggota Pakta
Warsawa yaitu Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur,
Hongaria, Polandia, dan Rumania.
Berdirinya
kedua pakta tersebut menyebabkan muncul rasa saling curiga, ketidakpercayaan,
dan kesalahpahaman antara kedua blok baik blok barat maupun blok timur. Amerika
dituduh menjalankan politik imperialis untuk mempengaruhi dunia sementara Uni
Soviet dianggap melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi
melalui ideologi komunisme.
Keadaan
tersebut memicu ketegangan kian memuncak sehingga muncullah persaingan senjata
di antara kedua belah pihak. Masing-masing pihak saling diliputi oleh suasana
Perang Dingin yang bahkan mengarah pada terjadinya Perang Dunia III.
B.
BERLANGSUNGNYA PERANG DINGIN
Perang
Dingin (Cold War) adalah ketegangan yang secara politis tampak saling
bermusuhan karena adanya persaingan kepentingan. Perang Dingin dimulai setelah
berakhirnya Perang Dunia II sejak pembagian Jerman menjadi 2 wilayah, yaitu
Jerman Barat dan Jerman Timur. Pembagian Jerman menjadi 2 diikuti dengan
pembagian kota Berlin menjadi Berlin Barat yang dikuasai oleh Amerika Serikat,
Inggris dan Perancis sedangkan Berlin Timur dikusai oleh Uni Soviet tepatnya
saat terjadi Konfrensi Yalta (Februari 1945).
Dalam
waktu singkat (1945-1948) Uni Soviet berhasil membentuk pemerintahan komunis di
Bulgaria, Rumania, Hongaria, Polandia, dan Chekoslowakia. Karena perkembangan
pengaruh Uni Soviet sangat cepat dan pertumbuhannya pesat maka Amerika merasa
perlu membendung berkembangnya gerakan komunis. Hingga akhirnya Amerika
menyusun strategi politik Containment Policy yang bertujuan mencegah
berkembangnya pengaruh suatu negara atau suatu sistem politik dari pihak lawan.
Strategi politik tersebut dikembangkan melalui pemberian bantuan ekonomi dan
militer seperti Marshall Plan dan Doctrine Truman yaitu bantuan berupa
keuangan, militer, dan penasehat militer kepada Yunani dan Turki guna
menghadapi gerilyawan komunis. Tujuannya untuk mempertahankan Yunani dan Turki
dari peneterasi komunis dan menghambat jalur Uni Soviet menuju ke selatan yang
akan mengancam negara-negara Barat. Sebab jika salah satu negara jatuh maka
negara tetangga lainnya juga akan jatuh sehingga semua negara akan jatuh ke
dalam pengaruh komunis. Uni Soviet berusaha menyaingi dengan membuat Molotov
Plan dengan tujuan untuk menata kembali perekonomian negara-negara Eropa Timur
dan badan kerja sama ekonomi Comicon (Comintern Economic).
Konflik
ideologi tersebut berkembang sampai di Asia.
Selama
berlangsungnya Perang Dingin, situasi dan kondisi dunia diwarnai oleh kegiatan
sebagai berikut.
1)
Perebutan Hegemoni/kekuasaan
- Kalahnya Jepang dari Sekutu menyebabkan seluruh wilayah Manchuria dan Korea diduduki Uni Soviet hingga berdampak semakin kuatnya Uni Soviet di daratan Cina serta wilayah Korea.
- Berdasarkan Konferensi Yalta maka semenanjung Korea dibagi 2 yaitu Utara dibawah kekuasaan Uni Soviet sehingga Kim Il Sung menjalankan pemerintahan atas dasar pemikiran komunis. Sementara di sebelah selatan, Amerika memilih Rhee Syngman sebagai orang yang menjalankan pemerintahan berdasarkan dasar-dasar demokrasi. Karena perbedaan ideologi ini maka menyebabkan munculnya perang saudara di Semenanjung Korea pada 25 Juni 1950 dan inilah titik balik dari Perang Dingin.
- Posisi komunisme di Cina semakin kuat karena bantuan senjata dari Uni Soviet yang berasal dari Jepang. Kuatnya komunisme di Cina menyebabkan berkembangnya komunisme di Asia Tenggara. Cina berusaha menghalangi propaganda imperialisme yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Inggris. Cina semakin mengembangkan komunismenya adapun alasannya adalah karena adanya keinginan untuk mengembalikan daerah kekuasaan Cina di zaman kuno meliputi Korea, Funan, Birma, India, bahkan lebih jauh termasuk daerah di Asia Tenggara. Selain alasan historis juga adanya alasan geografis dan kekayaan alam di Asia Tenggara guna memperkuat posisi ekonominya dalam dunia internasional. Karena alasan tersebutlah maka Cina semakin melibatkan diri di Asia Tenggara.
- Apa yang dilakukan Cina dan Uni Soviet semakin mengancam kehidupan di Asia Tenggara. Hal ini menjadi masalah yang cukup serius bagi Amerika Serikat sehingga membuat Amerika merasa perlu membantu negara-negara Asia Tenggara. Amerika akhirnya memutuskan membantu Perancis yang saat itu sedang berperang melawan Vietnam (dibantu Uni Soviet dan RRC) dengan harapan Vietnam tidak jatuh ke tangan komunis. Tetapi ternyata Vietnam menang dan secara otomatis Vietnam berada di bawah kekuasaan komunis.
- Jatuhnya Vietnam ke dalam kekuasaan komunis memungkinkan negara-negara di Asia Tenggara jatuh ke kuasaan komunis. Perjanjian Jenewa merupakan upaya untuk mengakhiri konflik antara kaum komunis dan non komunis yang membagi Vietnam menjadi 2 yaitu Vietnam Utara dan Selatan. Tetapi upaya ini tidak membuahkan hasil dan tidak mendatangkan kepuasan untuk mengakhiri konflik yang saling bertentangan di Vietnam. Pertentangan tersebut menyebabkan keterlibatan campur tangan pihak asing. Vietnam Utara sebagai negara komunis mendapat bantuan dan pengaruh dari Cina dan Uni Soviet sementara Vietnam Selatan sebagai negara demokrasi mendapat bantuan dari Amerika Serikat.
- Setelah bertahun-tahun diperjuangkan akhirnya tahun 1976 Vietnam dapat dipersatukan di bawah kekuasaan kaum komunis. Vietnam membentuk persatuan Indocina yang diberi nama Federasi Indocina dibawah kekuasaan komunis yang menjadi ancaman militer dan ideologi bagi negara-negara Asia Tenggara.
- Di Asia Tenggara terjadi rivalitas antarkomunisme tampak dengan adanya konflik antara Vietnam dan Kamboja mengenai masalah perbatasan. Dalam masalah ini Kamboja(Pol Pot) menolak usul penyelesaian konflik perbatasan melalui forum PBB. Di balik masalah Kamboja-Uni Soviet tidak lepas dari masalah politik yaitu konflik Sino-Soviet. Di belakang Kamboja berdiri Cina dan di pihak Vietnam terdapat Uni Soviet. Konflik Vietnam dan Kamboja adalah pertandingan dari jauh antara Cina dan Uni Soviet di Asia Tenggara sementara Vietnam dan Kamboja menjadi pion-pion yang bertempur di medan perang.
- Pertentangan ideologi antara negara Amerika Serikat dan Uni Soviet terjadi juga di Amerika dimana Presiden Kuba Fidel Castro mendirikan negara komunis di Kuba. Tindakan ini tentu saja mendapat reaksi keras dari Amerika Serikat dengan upaya mensponsori invasi gerakan anti komunis Kuba namun mengalami kegagalan. Titik ketegangan perang dingin ini terjadi di Teluk Babi pada tahun 1961.
- Negara di kawasan Amerika Tengah lainnya seperti Nikaragua juga dikuasai oleh kaum komunis. Dimana Nikaragua sejak 1970 sampai 1990 dikuasai oleh kelompok Gerilyawan komunis Sandinista (Front Pembebasan Nasional Sandinista).
- Di Afrika sayap kiri militer telah menguasai pemerintahan di Ethiopia antara tahun 1974-1991. Sistem pemerintahan sosialis membuat negara tersebut bersekutu dengan Uni Soviet. Di Angola dan Mozambik sejak 1975-1990 kelompok gerilya Marxis-Leninis menguasai pemerintahan.
- Di Afganistan (1978) pemerintahan berhaluan komunis pimpinan Noor Mohammad Tariki berhasil membangun Daoud Khan melalui kudeta berdarah. Untuk menyelamatkan rezim komunis di Afganistan yang saat itu mendapat perlawanan dari kelompok pimpinan Hafizullah Amin maka Uni Soviet pada Desember 1979 melakukan invasi militer ke Afganistan. Selain itu guna mengimbangi kekuatan bersenjata Amerika Serikat di Asia Barat Daya dan pengaruh liberalismenya. Tetapi invasi ini mendapat perlawanan dari kelompok Mujahidin yang dipimpin Mohammad Najibullah yang akhirnya berhasil memukul mundur pasukan Uni Soviet dan pada 1989 pasukan Soviet ditarik mundur dari Afganistan.
Selama
Perang Dingin berlangsung kedua negara adikuasa tidak pernah terlibat secara
langsung dalam suatu konflik (peperangan) secara terbuka. Mereka selalu berada
di belakang negara-negara yang sedang bersengketa. Mereka memberikan bantuan
persenjataan dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat negara-negara yang sedang
bersengketa.
2)
Sistem Aliansi
Ketika
perang dingin memuncak maka setiap negara yang bertentangan berusaha memperkuat
dirinya dengan bergabung dalam satu aliansi. Bentuk sistem aliansi baik yang
dilakukan blok Timur maupun blok Barat adalah sebagai berikut.
·
Pembentukan Cominform (The Communist Information Bureau) pada tahun 1947.
Cominform adalah wadah kerja sama partai-partai komunis Eropa yang berpusat di
Beograd, Yugoslavia.
·
Pembentukan NATO (North Athlantic Traty Organization) 4 April 1949. Negara yang
menjadi anggotanya yaitu Inggris, Irlandia, Islandia, Norwegia, Denmark,
Belgia, Belanda, Luxemburg, Perancis, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat.
Tujuannya untuk membendung komunis mulai dari Eropa Utara sampai Turki dan
Yunani.
·
Pembentukan Pakta Warsawa pada 1955 dengan negara Jerman Timur, Cekoslovakia,
Hongaria, Bulgaria, Polandia, Rumania, dan Albania. Pakta Warsawa merupakan
kerjasama pertahanan dan keamanan negara-negara komunis.
·
Perjanjian antara RRC dan Uni Soviet tahun 1950 mengenai kerja sama dianatara
kedua negara guna menghadapi kemungkinan agresi Jepang.
·
Pembentukan Pakta ANZUS (Australia, New Zealand, and United State), yaitu pakta
pertahanan negara-negara Amerika Serikat, Australia,dan Selandia Baru pada
tahun 1951.
·
Pembentukan SEATO (South East Asia Treaty Organization) pada tahun 1954. SEATO
merupakan kerjasama pertahanan antara negara-negara Asia Tenggara dengan pihak
Barat. Dengan anggotanya antara lain, Amerika Serikat, Inggris, Perancis,
Filipina, Singapura, dan Selandia Baru.
3)
Kegiatan Spionase
Perebutan
hegemoni selama perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat terhadap
berbagai kawasan baik di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika selalu didukung oleh
kegiatan agen intelijen yang mereka miliki.
Kegiatan
Spionase (mata-mata) tercermin dari tindakan yang dilakukan oleh agen spionase
kedua belah pihak yaitu antara KGB dan CIA. KGB (Komitet Gusudarstvennoy
Bezopasnosti) merupakan dinas intelegen sipil atau dinas rahasia Uni Soviet
sedangkan CIA (Central Intelligence Agency) yang merupakan dinas rahasia
Amerika Serikat yang bertugas untuk mencari keterangan tentang negara-negara
asing tertentu.
KGB
dan CIA selalu berusaha untuk memperoleh informasi rahasia mengenai segala hal
yang menyangkut kedua belah pihak atau negara-negara yang berada di bawah
pengaruh kedua belah pihak. Mereka juga membantu terciptanya berbagai
ketegangan di dunia. Misalnya, CIA turut membantu orang-orang Kuba di
perantauan untuk melakukan serangan ke Kuba tahun 1961 yang disebut Insiden
Teluk Babi. Di pihak lain, Uni Soviet memberikan dukungan kepada Fidel Castro
(Presiden Kuba) dalam menghadapi invasi tersebut.
4)
Perlombaan Teknologi Persenjataan dan Ruang Angkasa
Perang dingin antara dua negara adidaya ditandai oleh perimbangan persenjataan
nuklir dan personil militer. Sehingga kegiatan ini disebut sebagai politik
Balance of Power. Unjuk kekuatan kedua negara adidaya tersebut diikuti
perlombaan dalam bidang teknologi militer dan ruang angkasa dimana keduanya
saling unjuk kecanggihan.
Jika muncul isu sensitif dapat saja membawa kedua belah pihak pada isu global
yang menyebabkan munculnya perang secara terbuka. Perang dingin juga dapat
menimbulkan perlombaan senjata antara pihak Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Perlombaan senjata yang dilakukan kedua negara tersebut berupa perlombaan
senjata nuklir. Perlombaan senjata nuklir ini dikhawatirkan akan menyebabkan
meletusnya perang nuklir yang dasyat yang dapat membahayakan kelangsungan hidup
umat manusia dan makhluk hidup lainnya di dunia sebab jangkauan senjata nuklir
sangatlah luas bisa menjangkau antarnegara dan antarbenua.
Kedua blok membangun pusat-pusat tombol peluncuran senjata nuklir berbagai
negara yang berada di bawah pengaruhnya. Untuk mengurangi meningkatnya
perlombaan senjata nuklir pada kedua belah pihak maka PBB membentuk Atomic
Energy Commission yang bertujuan mencari jalan dan cara untuk mengembangkan
penggunaan tenaga atom untuk maksud damai serta mencegah penggunaannya untuk
tujuan perang. Pada akhir Desember 1946 komisi setuju untuk mengadakan
pengawasan dan pengaturan ketat guna mencegah produksi senjata-senjata atom
yang dilakukan secara diam-diam. Tetapi Uni Soviet keberatan dan mengemukakan
usul pengurangan senjata secara menyeluruh. Sementara AS tidak setuju, hingga
akhirnya US memveto usul AS dalam sidang Dewan keamanan. Pada tahun 1949, US
mengadakan uji coba peledakan bom atomnya yang pertama. Yang ditanggapi dengan
pembuatan bom hidrogen oleh AS yang diuji pada November 1952, meskipun begitu
ternyata US pun sudah dapat membuat bom hidrogen sendiri.
Hingga
tahun 1983, perbandingan kekuatan senjata nuklir Uni Soviet menunjukkan posisi
yang unggul dibanding dengan kekuatan Amerika Serikat.
C.
DAMPAK PERANG DINGIN
Dampak
perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet tampak pada:
a.
Bidang Politik
Amerika
Serikat berusaha menjadikan negara-negara yang sedang berkembang menjadi negara
demokrasi agar hak asasi manusia dapat dijamin. Bagi negara-negara yang
sebelumnya kalah seperti Jerman dan Jepang berkembang pula kapitalisme selain
demokrasi. Negara-negara tersebut dapat sehaluan dengan AS dan merupakan negara
pengaruhnya.
Uni
Soviet dengan paham sosialis-kominunis mendengungkan pembangunan negara dengan
Rencana Lima Tahun. Cara tersebut dilakukan dengan ditaktor bukan liberal. Bagi
negara satelit (dibawah pengaruh) Uni Soviet yang melakukan penyimpangan akan
ditindak keras oleh US seperti contohnya Polandia dan Hongaria. Demi
kepentingan politik, ekonomi, dan militer kedua negara adikuasa tersebut
menjalankan politik pecah belah sehingga beberapa negara menjadi terpecah
seperti Korea, Vietnam, dan Jerman.
b.
Bidang Ekonomi
AS
sebagai negara kreditor terbesar memberikan pinjaman atau bantuan ekonomi
kepada negara-negara yang sedang berkembang berupa Marshall Plan. AS juga
memberikan bantuan ”Grants in Aid” yaitu bantuan ekonomi dengan kewajiban
mengembalikan berupa dollar atau dengan membeli barang-barang Amerika Serikat.
Bagi negara-negara di Asia Presiden Truman mengeluarkan “The Four Points
Program for the Economic Development in Asia” berupa teknik dalam wujud
perlengkapan-perlengkapan ekonomis atau bantuan kredit yang berasal dari sektor
swasta di Amerika Serikat yang disalurkan oleh pemerintah kepada negara-negara
yang sedang berkembang.
Dengan
adanya perang dingin ini maka berbagai bentuk kerjasama yang saling
menguntungkan antara Eropa Timur dan Eropa Barat tidak dapat terjalin. Kegiatan
tersebut terhambat karena negara-negara Eropa merasa kawatir jika suatu saat
wilayahnya akan dijadikan sasaran adu kekuatan oleh kedua negara adikuasa
tersebut. Dampaknya perekonomian antara blok barat (negara-negara Eropa Barat)
dan blok timur (negara-negara Eropa Timur) tidak seimbang dimana negara-negara
blok barat jauh lebih maju daripada blok timur.
c.
Bidang Militer
Perebutan
pengaruh antara AS dan US dalam pakta pertahanan. Negara-negara barat membentuk
North Atlantic Treaty Organization (NATO) tahun 1949 sebagai suatu organisasi
pertahanan. Bila salah satu anggotanya diserang maka dianggap sebagai serangan
terhadap NATO. Awalnya bermarkas di Paris tetapi kemudian Perancis keluar
karena mengganggap NATO didominasi oleh AS dan markasnya berpindah di Brussel.
Hubungan Perancis dengan Uni Soviet dan RRC jauh lebih baik jika dibandingkan
hubungan dengan negara Barat lainnya meskipun Perancis tidak menjadi anggota
Blok Timur.
Di
Asia Tenggara dibentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) athun 1954
atas dasar South East Asia Collective Defence Treaty. Anggota utamanya adalah
negara-negara barat sementara negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia
justru tidak ikut serta. Pakta pertahanan tersebut ditujukan terhadap komunis
di Asia Tenggara khususnya di Vietnam. SEATO bubar pada tahun 1975.
Sementara
Uni Soviet dengan negara-negara blok Timur membentuk Pakta Warsawa (1955) atas
dasar “Pact of Mutuaal Assistance and Unified Command”. Di Asia Tenggara Uni
Soviet memberikan bantuan peralatan militer dan teknisi kepada Vietnam yang
akhirnya dapat mendesak Amerika Serikat keluar dari negara tersebut(1975).
d.
Bidang Ruang Angkasa
Perang
Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet membawa pengaruh terhadap
penjelajahan ruang angkasa. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berebut
menguasai ruang angkasa karena dunia dirasa terlalu sempit untuk diperebutkan.
Berawal
dari upaya Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I dan Sputnik II yang
ditandingi AS dengan meluncurkan pesawat Explorer I dan Explorer II, Discovere
dan Vanguard.
Diikuti
dengan usaha Uni Soviet untuk mendaratkan Lunik di bulan serta astronot
pertamanya Yuri Gagarin dengan pesawat Vostok I yang berhasil mengitari bumi
selama 108 menit. Sementara Amerika Serikat mengirim astronot pertamanya yaitu
Alan Bartlett Shepard yang berada di luar angkasa selama 15 menit.
Uni
Soviet menunjukkan kelebihannya dengan meluncurkan Gherman Stepanovich Titov
yang mengitari bumi selama 25 jam dengan Vostok II. Disusul Amerika Serikat
meluncurkan WSJohn H. Glenn dengan pesawat Friendship VII yang berhasil
mengitari bumi sebanyak 3 kali.
Dampak
Perang Dingin bagi Indonesia
·
Sistem politik-ekonomi Indonesia telah dibawa pada arus komunisme-sosialisme
pada masa Orde Lama. Sementara pada masa Orde baru berkembang
liberalisme-kapitalisme.
·
Pada masa akhir dua kepemimpinan di atas, Indonesia mengambil keterpurukan
ekonomi.
D.
AKHIR PERANG DINGIN
Kedua
negara adikuasa akhirnya menyadari bahwa hubungan anatar keduanya sudah sanagat
panas, oleh karena itu mereka ingin mengurangi ketegangan yang ada sebelum
akhirnya menyebabkan perang terbuka yang diperkirakan akan menghancurkan
seluruh dunia dengan adanya Perang Dunia III. Sehingga sejak 1970-an hubungan
antarnegara dunia mulai membaik dan ketegangan dalam perang dingin mulai
berkurang. Pengurangan ketegangan terhadap pihak yang bertikai disebut Detente.
Detente ditandai oleh peristiwa sebagai berikut.
- Isu Berlin Barat dapat diselesaikan dalam meja perundingan tahun 1971.
- Inggris mulai bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa.
- Negara barat mulai menjalin hubungan diplomatik dengan RRC pada 1973.
- Terjadi
kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan ditandatanganinya
persetujuan SALT I (Strategic Arm Limited Task) dan SALT II atau
pembatasan persenjataan strategis.
SALT I merupakan perundingan pembatasan persenjataan strategis yang berlangsung di Helsinki, Finlandia tanggal 17 November 1969. Hasil perundingan ini ditandatangani oleh Richard Nixon (Presiden Amerika Serikat) dan Leonid Brezhnev (Uni Soviet).
SALT II merupakan perundingan pembatasan persenjataan strategis yang berlangsung di Jenewa, Swiss pada November 1972 tetapi hasilnya baru ditandatangani 18 Juni 1979 di Wina, Austria oleh Jimmy Carter (Amerika Serikat) dan Leonid Brezhnev (Uni Soviet). - Presiden Ronald Reagen meningkatkan kemampuan persenjataan balistiknya yang mempengaruhi sikap Mikhail Gorbachev untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik tahun 1987. Dampak dari perjanjian ini antara lain Uni Soviet mengurangi kekuatan angkatan perangnya di Eropa Timur dan mulai memusatkan pembenahan ekonomi serta kehidupan politik dalam negeri yang lebih demokratis.
- Deng Xiaoping berhasil menguasai Partai Komunis Cina (PKC) setelah meninggalnya Mao Tse Tung. Deng Xiaoping merupakan pemimpin kelompok yang menghendaki reformasi ekonomi. Programnya adalah membangkitkan sistem pertanian dan bisnis yang berdasarkan milik pribadi. Penanaman modal asing mulai masuk kembali terutama dalam sektor jasa dan diharapkan dapat berproduksi untuk tujuan ekspor. Hal ini menunjukkan adanya gejala kapitalisme dalam kehidupan komunisme di Cina. Tetapi reformasi ekonomi yang ada tidak diimbangi dengan adanya reformasi politik sehingga kehidupan politik masih dikendalikan oleh partai Komunis. Dampaknya muncul bentrokan dengan mahasiswa seperti 1989 terjadi Tragedi di Lapangan Tiananmen, Beijing dimana terjadi demonstrasi besar-besaran tetapi mendapatkan perlawanan bahkan para pelakunya diawasi secara ketat.
Pertumbuhan
ekonomi Uni Soviet tidak mengalami pertumbuhan sehingga ekonomi Uni Soviet
mengalami kemerosotan yang parah. Sebagai ideologi akhirnya komunisme mulai
mengalami kebangkrutan di berbagai belahan dunia sejak 1970an. Berawal dari
upaya Uni Soviet untuk mengalihkan energi mereka untuk menyelesaikan masalah
dalam negeri mereka. Adapun masalah yang muncul di Uni Soviet antara lain :
- ketidakpuasan kelas menengah dan kelompok elit pemerintahan komunis sendiri,
- Tekanan kelompok etnis non Rusia,
- korupsi yang timbul di kalangan birokrasi dan partai dalam pemerintahan,
- dana anggaran belanja yang defisit karena biaya pendudukan pasukan Uni Soviet di beberapa negara Eropa Timur,
- ketertinggalan teknologi dan peralatan industri sehingga kapasitas produksi makanan untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya menurun.
Perang
Dingin akhirnya berakhir karena:
- Sampai 1980, 11 % GNP Uni Soviet dibelanjakan untuk kepentingan militer. Uni Soviet mengalokasikan dana besar-besaran bagi negara yang berada dibawah kekuasaannya agar negara tersebut tidak lepas dari kendalinya.
- Tahun 1980, harga minyak jatuh sehingga keadaan ekonomi Uni Soviet yang tidak stabil benar-benar berhenti. Padahal serbelumnya Uni Soviet sangat tergantung dengan ekspor minyaknya sementara sejak 1980 minyak tidak mampu membiayai Perang Dingin.
- Muncul krisis
kredibilitas/kepercayaan terhadap sistem komunisme.Dampaknya muncul
pemikiran dari para cendekiawan yang memahami pandangan barat sehingga
mendorong munculnya keinginan seperti warga negara di negara-negara non
komunis.
Dalam kondisi yang buruk Mikhail Gorbachev (11 Maret 1985) harus memimpin Uni Soviet dengan tugasnya yaitu memperbaiki perekonomian Uni Soviet yang semakin buruk.
Langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan Reformasi yang terkenal dengan Perestroika dan Glasnost.
PERESTROIKA merupakan restrukturisasi (penataan kembali struktur) yang sudah rusak. Tujuannya guna mengatasi stagnasi untuk akselerasi (penyamaan) kemajuan sosial dan ekonomi. Perestroika merupakan pengembangan menyeluruh dari demokrasi yang diprakarsai massa. Jadi Perestroika adalah langkah pembaharuan untuk mempersatukan sosialisme dengan demokrasi melalui keterbukaan politik atau GLASNOST.
Kebijakan ini memberikan dampak yang tidak terduga sebelumnya yaitu pertentangan sosial di dalam masyarakat muncul. Kelompok yang bersengketa antara lain sebagai berikut.
Kelompok Moderat, yaitu kelompok yang menyetujui reformasi tetapi menjalankan komunisme yang disempurnakan.
Kelompok Konservatif, yaitu kelompok yang menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme.
Kelompok Radikal, yaitu kelompok yang mendukung reformasi tetapi ingin meninggalkan komunisme. - Pada 19 Agustus 1991, Gennadi Yanayev (pemimpin kelompok konserfatif) melancarkan kudeta terhadap Gorbachev tetapi upaya ini dapat digagalkan oleh Boris Yeltsin (pemimpin kelompok Radikal) sehingga Gorbachev dapat diselamatkan dan nama Yeltsin mulai melambung di pentas politik Uni Soviet. Yeltsin tidak mampu membendung gelora semangat Perestroika dan Glasnost terbukti dengan banyaknya negara bagian Uni Soviet yang melepaskan diri dan menjadi negara merdeka sehingga Runtuhlah Uni Soviet.
- Uni Soviet mulai mengurangi kekuatan senjatanya di Eropa Timur seperti pada 1989 Uni Soviet menarik tentaranya dari Afghanistan. Akhirnya kekuasaan komunis mulai runtuh di negara-negara Eropa Timur dimana Jerman kembali bersatu.
- Secara resmi Uni
Soviet dibubarkan pada 8 Desember 1991 ditandai dengan penurunan bendera
Uni Soviet dan dikibarkan bendera Rusia. Rusia dan negara-negara bekas Uni
Soviet yang lain mulai muncul sebagai negara yang merdeka.
Runtuhnya kekuatan Uni Soviet di Eropa Timur mengakhiri Perang Dingin. Uni Soviet merupakan contoh keberhasilan dari ideologi Marxis-Leninis yang diaktualisasikan menjadi negara.
Pengertian
Politik Luar Negeri
Politik
luar negeri suatu negara merupakan suatu pola atau skema dari cara dan tujuan
secara terbuka dan tersembunyi dalam aksi negara tertentu terhadap negara lain
ataupun sekelompok negara lain, yang merupakan perpaduan dari tujuan dan
kepentingan nasional suatu negara. Politik luar negeri merupakan strategi dan
taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara
lain, atau dalam arti lebih luas politik luar negeri merupakan pola perilaku
yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.
Politik luar negeri juga berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk
menentukan pilihan tertentu.
NEFO dan OLDEFO
Berawal dari KTT Non Blok
1964 di Kairo Mesir, Presiden Saoekarno memperkenalkan konsep tentang The New
Emerging Forces (NEFO) yang anggotanya terdiri dari negara-negara berkembang
dan anti nimperialisme. Gerakan ini dimaksudkan untuk melawan kelompok yang
oleh Soekarno disebut OLDEFO (Old Establising Frorces) yaitu kelompok negara
negara imperialis pimpinan Amerika Serikat. Namun usaha ini ditentang oleh
Anggota Gerakan Non Blok. Karena kegagalan usaha ini Presiden Soekarno
menjalankan politik diplomasi dengan tujuan:
- usaha menarik negara-negara Afrika dan timur Tengah untuk mendukung rencana Indonesia mengadakan CONEFO (Konferensi Negara NEFO) dengan didahului oleh GANEFO (Games of New Emerging Forces) di Jakarta
- pembentukan poros Jakarta – Pnom Penh – Peking – Pyong Yang sebagai poros anti imperialis dan kolonialis
Politik Indonesia ini semakin membuat
Indonesia terkucil dari pergaulan internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar